LAZISMU Medan dan SMP Muhammadiyah 48 Bangun Budaya Filantropi

MEDAN — LAZISMU Kota Medan bersama SMP Muhammadiyah 48 Medan memperkuat komitmen dalam menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi sejak dini melalui Program Sekolah Peduli Pendidikan Filantropi. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, di SMP Muhammadiyah 48 Medan, Gg. Sekolah No. 02, Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara.

Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara LAZISMU Kota Medan dan SMP Muhammadiyah 48 Medan untuk memperkuat pendidikan filantropi di lingkungan sekolah, khususnya dalam mengenalkan dan membiasakan nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, LAZISMU Kota Medan dihadiri oleh Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU Kota Medan, Muhammad Rifki, S.E.Sy., dan Ridho Laksamana Fajri, selaku Staff Fundraising dan Operasional LAZISMU Kota Medan.

Muhammad Rifki, S.E.Sy. menyampaikan materi mengenai regulasi pengelolaan zakat serta pentingnya memahami ketentuan dalam pengelolaan dana ZIS. Menurutnya, penguatan pendidikan filantropi di sekolah perlu berjalan seiring dengan pemahaman mengenai tata kelola dan regulasi yang berlaku.

“Pendidikan filantropi perlu dikenalkan sejak dini agar peserta didik tidak hanya memahami pentingnya berbagi, tetapi juga mengetahui bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki tata kelola serta ketentuan yang perlu dipahami dan dilaksanakan dengan baik.”

Ia juga menilai kolaborasi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan dapat menjadi ruang untuk membangun pemahaman filantropi secara lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.

“Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak. Karena itu, pendidikan filantropi diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan untuk peduli dan berbagi kepada sesama.”

Sementara itu, Ridho Laksamana Fajri menekankan bahwa filantropi tidak semata-mata diukur dari nominal yang diberikan, tetapi dari tumbuhnya kepedulian dalam diri seseorang.

“Filantropi bukan hanya tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi tentang bagaimana kepedulian itu tumbuh dan menjadi kebiasaan.”

Menurut Ridho, pembiasaan berbagi di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu langkah untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik. Dengan demikian, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Kepala SMP Muhammadiyah 48 Medan, Suryani Nazmi, S.Si. Gr, menyampaikan bahwa sekolah berkomitmen mendukung pendidikan filantropi sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

“Melalui Program Sekolah Peduli Pendidikan Filantropi, LAZISMU Kota Medan bersama SMP Muhammadiyah 48 Medan berkomitmen menumbuhkan generasi yang memiliki kepedulian, empati, dan semangat berbagi.”

Ia berharap program tersebut dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengenal nilai-nilai filantropi secara lebih dekat sekaligus membiasakan perilaku berbagi dalam kehidupan sehari-hari.

Penandatanganan MoU ini menjadi awal dari sinergi LAZISMU Kota Medan dan SMP Muhammadiyah 48 Medan dalam menghadirkan pendidikan filantropi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diwujudkan melalui pembiasaan dan kegiatan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.

Melalui kolaborasi tersebut, nilai zakat, infak, dan sedekah diharapkan semakin dikenal dan dipahami oleh generasi muda sebagai bagian dari kepedulian kepada sesama serta upaya membangun budaya berbagi sejak dini.

LAZISMU Kota Medan
Alamat : Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Medan, Jl. Mandala By Pass No. 140-A
Kontak : 0811-6297-879
Email   : lazismukotamedan@gmail.com
Website : www.lazismumedan.org

#LazismuKotaMedan
#LazismuNews
#ZakatHebat
#ZakatDasyat
#MemberiUntukNegeri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top